Saturday, January 12, 2008
Pejuang atau Pecundang

Pejuang berlari mengejar dan menggapai mimpi hati
Pecundang hanya berdiam diri dan berharap mimpi terjadi
Pejuang tidak mengenal kata kalah dan pantang menyerah
Pecundang hanya berkeluh kesah dan mudah pasrah

Pejuang tak henti intropeksi dan perbaiki diri
Pecundang hanya berpuas dan berbangga diri
Pejuang mengisi hari dengan penuh arti
Pecundang hanya terpaku membiarkan waktu berlalu

Pejuang menebarkan harum kebaikan ke penjuru ruang kehidupan
Pecundang hanya membawa dosa bekal berkelana di dunia
Pejuang selalu dikenang karena mewariskan kebajikan
Pecundang dilupakan karena meninggalkan keburukan

Pejuang membentengi hati dari godaan dan rayuan setan
Pecundang menjerumuskan diri pada jebakan dan tipuan setan
Pejuang merindukan kematian dan berharap perjumpaan dengan Tuhan
Pecundang terlenakan kesenangan kehidupan dan terlupakan keabadian

Pejuang tetap ada meski sudah tiada
Pecundang sudah tiada meski masih ada
Tanyakan pada hati, bisikan pada nurani
Apakah kita pejuang ataukah pecundang ?


Posted at 11:42 am by Mulyana
Make a comment  

Thursday, December 20, 2007
Aku Melewatkannya Lagi

Dalam gelap dan sunyinya malam
Lonceng kebaikan mencoba membangunka
Mengingatkan akan indahnya pertemuan
Dan nikmatnya melepaskan kerinduan

Namun diri ini tak juga terjaga
Masih terbuai mimpi yang membelai hati
Terlelap dalam gelap, terpejam dalam malam
Dihembus angin godaan, diselimuti dekapan kemalasan

Malam beranjak pergi menyambut pagi
Waktu berlalu tanpa terisi banyak arti
Meninggalkan diri dengan beribu sesal dihati
Aku melewatkannya lagi…

Tiap hari lonceng itu selalu berbunyi dalam sunyi
Tapi aku hanya berdiam diri seolah tuli
Tiap hari berjuta sesal menusuk hati
Aku termasuk yang merugi …



Posted at 01:43 pm by Mulyana
Make a comment  

Monday, December 17, 2007
Semuanya Pasti

Tak disangka, pada saat yang tak terduga
Lonceng kematian itu berdentang kencang
Membangunkan jiwa, melepaskan raga
Meninggalkan badan berkainkan kafan

Dikuburkan dalam kegelapan
Ditinggalkan keramaian kehidupan
Hanya sunyi sepi yang menemani diri
Kuburan ini menjadi rumah penantian

Dimanakah teman yang kau harapkan
Dimanakah harta yang kau banggakan
Dimanakah tahta yang kau agungkan
Dimanakah dunia yang kau Tuhankan

Semua lenyap dalam senyap dan gelap
Gundukan pasir itu berdesir ditiup angin kehidupan
Membawa berita kepada semua yang masih terjaga
Semuanya pasti, kenapa kita masih berdiam diri?

“Banyak pelajaran dari kematian tapi hanya sedikit yang merenungkan”


Posted at 08:55 am by Mulyana
Make a comment  

Wednesday, December 12, 2007
Penghujung Senja

Di penghujung senja ketika cahaya tersapu mega

Lembayung jingga mengukir langit menghias angkasa

Menggulung hari dengan lembaran-lembaran amalan

Menjemput mimpi yang mungkin terjadi esok hari

 

Perjalanan kehidupan terhentikan seiring kumandang adzan

Kutimbang bekal diri sampai disini karena maut mungkin menjemput

Mengingat kelam malam datang menjelang membawa bayang hitam

Dan hembusan kematian kadang ditiupkan pada saat mata terpejam

 

Ketakutan mengantarkan jiwa ke peraduan

Bekalku tak jua cukup untuk meraup KasihMu

Pantaskah jiwa bergelimang dosa meraih Cinta

Pantaskah hamba dunia berhadiahkan Surga

 

Mengaduh penyesalan, mengeluh kebodohan

Kutukar kekekalan dengan kesemuan kesenangan

Terlenakan godaan dan bujuk rayuan

Kesadaran itu baru datang di gerbang kematian

 

Di penghujung senja …. sampai menutup mata


Posted at 09:21 am by Mulyana
Make a comment  

Monday, December 10, 2007
Melihat Dunia

Berjalan dengan tongkat kesayangan di tangan

Melangkah menyusuri tepi dengan hati-hati

Kelopak matanya terbuka tapi ia tidak melihat dunia

Hanya menerawang mencoba menangkap bayang-bayang

 

Pagi itu, ia mencoba melihat mentari

Tapi hanya cahaya yang samar menerpa mata

Dan hanya hangat yang terasa mendekap jiwa

Pagi itu tetaplah malam, hari itu tetaplah kelam

 

Tiada keindahan pemandangan yang terlihatkan

Tiada ketakjuban akan goresan tangan Tuhan

Menikmati keelokan lukisan kehidupan

Hanya tersimpan dalam angan-angan

 

Yogyakarta

Ketika melihat dua insan manusia yang buta

Berpegangan tangan, mencoba melintasi jalan kehidupan

Diantara berjuta mata yang benar-benar terbuka

Hanya sedikit yang 'melihat' dunia …

 

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

 

……

Di musim penghujan, diatas dua roda yang berjalan

Mengiringi rintik tangisan yang lama aku nantikan

Akhirnya terlepaskan ketika berpapasan dengan dua insan

Yang berjalan tanpa penglihatan …


Posted at 04:05 pm by Mulyana
Make a comment  

Saturday, October 27, 2007
Ayah Telah Tiada

Tubuhnya terbujur kaku, terbaring dalam pelukanku

Tak juga bersuara meski terus aku sapa

Kupandangi bunda dengan muka penuh tanya

Bunda pun lirih berkata .... Ayah Telah Tiada.

 


Posted at 08:44 am by Mulyana
Make a comment  

Sunday, October 07, 2007
Cinta

Ketika rindu tak tertahan dalam ruang kalbu

Menyeruak dari bilik-bilik hati

Mendenyutkan hidup dalam jantung jiwa

Mengalirkan rasa yang menggetarkan raga

 

Ada rasa yang membuncah dalam jiwa dan itu adalah ... Cinta


Posted at 08:43 am by Mulyana
Make a comment  

Thursday, October 04, 2007
Obat Cinta

Ketika mendengar Bunda  terbaring lemah

Sungguh hati ini merasa resah dan gelisah

Tak sabar kaki ini ingin melangkah

Menemui bunda untuk meluapkan cinta

 

Bunda ...

"Aku sedang mencoba menuangkan air kasih sayang ke dalam gelas bening hati yang diseduh dengan kesabaran dan kupersembahkan untuk Bunda sebagai ....Obat Cinta"


Posted at 08:40 am by Mulyana
Make a comment  

Tuesday, October 02, 2007
Masakan Cinta

Terkenang hidangan kasih sayang

Yang dimasak dengan bumbu kerinduan akan perjumpaan

Yang disajikan penuh kecintaan diatas meja kebersamaan

Terlihat sederhana tapi itu sungguh luar biasa

 

Untuk masakan cinta yang selalu tersaji dalam hati meski engkau telah pergi ....

 


Posted at 08:24 am by Mulyana
Make a comment  

Friday, May 04, 2007
Heaven Of The World

Dalam buaian senandung malam
Kedua mata mungil itu perlahan meredup redam
Terpejam, tertidur dalam kehangatan dekapan dan pelukan
Sebelum kuhantarkan dan kutinggalkan dalam istana mimpinya
Kupandangi seksama wajah putihnya, sesuci hati dan pikirannya

Disini aku temukan … kedamaian.

'n I found heaven of the world in your shiny face.


Posted at 07:48 pm by Mulyana
Make a comment  

Next Page

   

<< December 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31



My Friends:
  • Arez
  • Sandy
  • Irwan
  • Yuna
  • Vina
  • Rania
  • Ira
  • Ratna

    Blog Statistic


    In The Name of Allah

  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed